'Azusa', yang mulai tinggal bersama putri dan suaminya, lambat laun menambah waktu yang dihabiskan bersama menantunya karena suami dan putrinya sibuk. Suatu hari, ketika mereka berdua pergi minum, Azusa diserang oleh menantu laki-lakinya, dan setelah itu, menantu laki-laki itu mulai membidik payudara besar Azusa kemana-mana. Awalnya Azusa melawan, namun akhirnya berubah menjadi stimulus yang tak tergantikan.